TRULLY MADLY DEEPLY

TRULLY MADLY DEEPLY

Minggu, 18 Juli 2010

Cooking Class

Gua sama si ayank lagi di luar kota nih, di Tebing Tinggi tepatnya. Bukan jalan-jalan, tapi kerja lho. Sudah rutinitas setiap sebulan sekali, ketika atasan disini cuti, kita yang menggantikan. So, karena disini waktu lebih fleksibel, artinya ngga usah bangun pagi-pagi banget dan ke market, jadi gua bisa masak buat si ayank. Di benak gua, mau masak sup ayam, mie goreng, tempe orek, kentang tumis, dll. Itu sih baru niat yah, ngga tau terbukti apa ngga..ha..ha..

So, hari ini gua bangun pagi dan berniat untuk membuat mie goreng dan tempe kecap. Oh iya, gua punya ubi madu cilembu nih, buat santapan di sore hari. Gua bersihin ubinya dan gua rebus. Sambil merebus ubi, gua mempersiapkan bahan-bahan untuk mie goreng.

Bahan-bahan yang gua pake antara lain : bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe ijo, bakso ayam iris kecil, kol diiris-iris, telur ayam 2 butir. Ups..lho kok apinya mati yah? Walah..walah..gasnya abis tohhhh…gua bbm dhe si ayank “ yank, gasnya mati neh. Ngga bisa masak donk” Si ayank membalas ngga lama kemudian “ iya di market juga abis yank, ya udah bsk aja baru masak dhe.”

Hmmm..kepala tanggung sih, gua sekalian aja beberes sayur-sayur buat dimasak besok-besoknya. Jadi kalau bsk masak, gua ngga usah repot-repot lagi ngupas ini itu dan motong itu ini..:) eits..ms ngga jadi masak buat ayank yah nih hr. Then gua ingat, ada magic com kecil yang sengaja gua bawa kesini. Gua lari dhe ke kamar dan gua mulai didihin air lgs di magic com, mskin wortel, bakso ayam dan jagung manis. Gampang dan ngga perlu kompor..:) hi..hi..selesai semua, gua bw dhe tuh magic com ke market dan si ayank abisin sampai ngga bersisa..:)

And, ternyata masih ada cadangan gas di market..haiya..tp ngga apa-apa dhe..planing ntar malem mau goreng mie aja buat makan malam. Mudah-mudahan gua inget fotoin yah..he..he. Btw, ubi gua msh setengah jadi nih, mudah-mudahan ngga rusak ha..ha..eh, ubi itu enaknya dikukus apa direbus????

Review Novel " Blind Date "

Ini novel Aliazalea yang kedua yang gua baca. Yang pertama judulnya “ Miss Pesimis “. Well, gua ngga review yang novel pertamanya yah. Yang mau gua review ini novel kedua yang judulnya “ Blind Date”. Sesuai denagn judulnya, Blind Date ini mengisahkan kencan buta yang dialamin sama tokoh utamanya yaitu Titania, 27 tahun.

Setting novel ini di North Carolina, dan karena penulisnya menghabiskan waktunya di Amerika, settingnya lancar dan gua bisa membayangkan keadaan disana, it seems so homey then. Alkisah si Titania ini patah hati karena setelah hubungan cintanya selama 3 tahun bersama sang pacar, Brandon yang seorang pengacara muda kandas. Kandasnya karena dia memergoki si Brandon selingkuh..uupps. Dan entah apa yang ada di otak Brandon, karena dia seakan mengutuk si Titania dengan perkataan “ ngga bakal ada laki-laki yang mau sama kamu, cuma aku yang mau sama kamu.”

Ironisnya sih, kandasnya karena Titania mempertahankan keperawanannya, it means selama belum ada ikatan pernikahan, ngga bakal dhe dia serahkan kepada pria manapun walaupun pacarnya. Satu prinsip teguh yang perlu diacungin jempol karena jangankan settingnya di Amerika, di Indonesia saja rasanya ABG pun sudah banyak yang ngga perawan. Tragis yah..

So, karena ingin membuktikan bahwa Brandon salah menilai dirinya, dan karena desakan adiknya yang termotivasi acara Oprah winfrey, Titania mendaftar di sebuah biro jodoh sebesar US$2,000 untuk mempertemukannya dengan seorang laki-laki yang sesuai dengan kriterianya. Sembari menunggu list pria-pria yang akan memenuhi kencannya, Titania berkenalan dengan seorang programmer yang bernama Rilley ( really nice name, I thought ). Pertemuan pertama di fresh market ketika Rilley kebingungan membeli selada romaine untuk Caesar salad.

Pertemuan pertama yang berlanjut ke pertemuan-pertemuan berikutnya ( dengan tidak sengaja ), membuat Titania mulai feels something, terutama ketika mendapati bahwa kencannya yang diatur oleh biro jodoh itu adalah Rilley. What? Yap, he is Rilley. Ketika adegan itu muncul, sejenak yang terbayang dalam benak gua adalah novel-novel Harlequin, too much romance..:) but, after all kemasan ceritanya mengalir dengan menarik. Acctually, dari awal lembar pertama, gua dah merasa tertarik dengan novel ini, karena adegan flash back ditampilkan tidak terlalu jauh dari halaman pertama.

Salah satu hal yang lucu adalah, gua merasa terganggu dengan penamaan karaktek adeknya Titania, yaitu Didi. Pikiran gua yang pertama adalah nama Didi itu adalah sosok laki-laki, but kenapa di awal-awal lembaran pertama novel, nama Didi selalu disebutkan? Karakter Didi adalah sosok adek yang terlalu banyak mau ikut campur urusan kakaknya, terutama dalam soal jodoh, dan it is a little bit annoying for me. Gua ngga suka karakter cowo yang terlalu bawel ( according to me, of course ) dan ada satu sesi dimana pengen rasanya gua marah-marah karena keseringan nama si Didi ini disebut..hua..ha..ha. Yang lucunya, adalah ketika almost seperempat bagian novel, ada penjelasan bahwa Didi adalah kependekan dari Andriana, ooooo..kenapa ngga dijelasin dari awal kalau Didi itu ternyata perempuan? ( or gua kelewat yah bacanya..hmmm..)

So, gimana dengan kelanjutan Titania dan Rilley? Yang pasti, it is happy ending..gua suka dengan penggambaran pria Amerika mengenai wanita Asia. Wanita Asia digambarkan mandiri, dan sedikit membuat segan kaum pria, hmmm..sisi negatifnya, wanita Asia gampang tersinggung..hua..ha..ha..:) Kesimpulannya, novel ini recommend buat pembaca-pembaca yang suka dengan romance novel..:)

My Dream...

Semua orang punya mimpi..semua orang punya impian, semua orang punya cita-cita. Ketika kecil kita ditanya, mau jadi apa nak ketika kamu besar nanti? Ada yang menjawab dokter, guru, insinyur. Seinget gua, dulu waktu kecil gua ngga menjawab hal itu. The first, jadi dokter? Bukan gua banget dhe. Liat darah aja bisa semaput. Jadi guru? Well, okey gua orangnya ngga sabaran, bisa nangis anak-anak kalau diajarin sama gua. Jadi insinyur? Gua dari dulu benci pelajaran fisika..haaaahhh..jadi gua bisanya apa?

Dalam sejarah karir gua ( ceilleee..karir ), gua pernah jadi sekretaris, finance, akunting. Dari semua itu yang gua lumayan enjoy yah sekretaris, Don’t know why, Cuma it is exciting. Kalau akunting sama finance sih yah biasa-biasa aja sih, jujurnya sih gua pengen lari kalo urusannya sama akunting…ha..ha.

Gua sebenarnya punya impian, walaupun yah bisa dibilang impian gua itu rada mustahal..haaahhh..soalnya impian gua itu membutuhkan modal yang luar biasa gede, dan skill gua juga kayanya belum sampai ditahap itu…but yang gua pikirin sih modalnya..ha..ha. Skill bisa dibentuk..

So, apa sih impian gua? Entah sejak kapan sih yah, gua suka banget sama dunia wedding and the complimentnya. Setiap ngeliat pameran wedding, gua semakin excited. Kepengen banget terjun ke bidang yang satu ini. Buat gua, bisnis wedding itu ngga ada matinya, everytime selalu ada inovasi dan trend terbaru, right?

So, kendalanya kok di modal? Pasti kalian bertanya-tanya kan, kalo emang mau terjun di bisnis wedding, bisa kan jadi WO, yah well skill gua ngga nyampe kesana kayanya..he..he. Impian gua itu sebenarnya pengen punya bridal…waaakkkss…he..he. Bridal yang konsepnya one stop shopping, so disana calon pengantin bisa pilih gaun yang dia mau, dan kalau ngga ada yg sreg, di bridal ada seorang desainer gaun yang siap meladeni permintaan pembuatan gaun. Selain itu, jas juga bisa dipilih oleh calon pengantin pria langsung di bridal.

Selain gaun dan jas, gua juga akan memperlengkapi bridal shop gua dengan pilihan kue-kue pengantin, souvenir yang up to date ( and prefernya sih handmade ), trus juga undangan. Untuk foto dan make up, gua akan memakai jasa fotografer yang berkualitas dan masih muda, supaya apa? Supaya mereka juga boleh berunjuk gigi dengan karya mereka. So, yang ada di imajinasi gua itu, bridal shop gua untuk kalangan menengah ke bawah, umumnya buat para calon pengantin yang budgetnya terbatas tapi ingin tampil elegant.

Walaupun konsep gua untuk kalangan menengah ke bawah, tapi gua ngga akan menampilkan kesan murahan or using. Dalam dunia wedding, yang terpenting adalah bagaimana berkarya dan berinovasi. Yap, memang ngag bisa dipungkiri, jaman sekarang, kualitas yang bagus memerlukan budget yang ngga sedikit. Tapi untuk ke depannya, bukan ngga mungkin kan low cost budget juga akan menampilkan yang elegant..:)

Kayanya impian gua jauh banget yah..tp, gua inget selalu dhe, dimana ada kemauan disana ada jalan. WAksss…kapan kekumpul duitnya yah buat buka bridal kaya gt..:)

Ucapan syukur..

Dalam hidup ini, banyak hal yang perlu gua syukurin. Mungkin terkadang gua banyak mengeluh, tapi semakin hari gua semakin diajarkan untuk mensyukuri kehidupan yang gua jalankan, dan semakin hari gua menyadari betapa harus gua mengucap syukur, karena Tuhan luar biasa baik memelihara gua dan keluarga.

Gua punya keluarga yang luar biasa, walaupun tidak berlimpah dengan materi, cukup sederhana namun ada kehangatan dan kasih sayang antara sesama anggota keluarga. Yes, Badai pernah menghantam, namun layaknya batu karang, tetap kokoh dan menjadikan banyak hal dalam hidup ini yang patut disyukuri.

Orang tua yang penyayang, adik-adik yang luar biasa akrab, dan keponakan kecil yang mulai menginjak umur 1 tahun, makes me feel that I need to be a grateful person..:)

And the most important is, gua punya suami yang luar biasa. Semakin hari semakin gua bersyukur bahwa gua mendapat suami yang baik banget. Mungkin dia bukan suami yang selalu memberikan surprise buat gua, memberikan mawar setiap saat or memberikan hadiah-hadiah buat gua, But, dengan sikap dan perhatiannya, gua merasa amat sangat dicintai..he..he.
Contohnya aja, setiap kali gua masak, even rasanya amburadul or emang enak, selalu dia habisin. Membuat gua merasa dihargai sebagai seorang istri. And he always say thank u. Berapa banyak suami yang mengucapkan terima kasih ketika istrinya memasak untuknya? Really thanks to God..:)

Terlepas dari semua itu, sebagai manusia kita wajib mengucap syukur dalam segala hal. Pernahkah kita menghitung, berapa banyak ucapan syukur dan keluhan yang keluar dari hati kita setiap hari? Lebih banyak ucapan syukur ataukah keluhan? Gua punya seorang teman yang selalu mengeluh, keluhannya antara lain karena belum dapat pacar, dan kadang kalo lg bête luar biasa, dia mengeluh kenapa dia tidak dilahirkan cantik sehingga pria-pria bisa tertarik kepada dirinya. Gua bilang sama dia, cantik fisik itu relative, tapi cantik di dasar hati itulah yang akan jauh lebih menarik pria.

Mengapa setiap saat harus mengeluh? Apakah dengan mengeluh masalah kita akan terpecahkan? Menurut pengalaman gua, setiap mengeluh malah beban akan terasa semakin berat. Tapi jika kita penuh dengan ucapan syukur, beban yang berat itu akan terasa ringan di hati. According to me yah, because gua pernah mengalami hal itu. So, bagaimana dengan kalian?

Sabtu, 10 Juli 2010

Bandung



at Sierra Cafe
belakangnya itu view kota..cuma ngga gitu keliatan yah..he..he..




Berpose di depan hotel ( gendut banget yah gua berdua..ha..)


papi mami dan ryuta



Bandung..ahaaaa..akhirnya jadi juga ke Bandung. Jadi ceritanya keluarga besar si ayank mau ngumpul neh, acara keluarga istilahnya. Kita dapat penginapan apartemen 4 kamar di Galeri Ciumbeleuit. Ayank kan 4 bersaudara dan dia anak no-3, semuanya sudah berkeluarga. Jadi vacation kali ini ke Bandung semuanya lengkap ikut dhe..asyik.


Jumat siang rute pertama berangkat dulu yaitu gua, ayank, papi, mami, koko dan cici ipar no 2 plus ponakan yang paling kecil, si ryuta namanya with the baby sitter. Yang lain akan menyusul malam. Perjalanan kena macet di tol cikarang karena penyempitan jalur, tiba di Bandung sekitar jam 7 malem. Hmm..apartemennya bersih, dan minimalis..ngga rugi dhe sewa apart ini.


Selesai beberes, kita keluar untuk dinner, pengennya makan makanan sunda, keliling2 berhubung ngga ada yang tau jalanan Bandung yah asal jalan aja dhe, akhirnya ketemu satu restoran sunda di jl Dago, namanya Panyawangan ( kalo ngga slh inget ), kita pesan gurame goreng, kerapu bakar, nasi timbel bakar ( nasi timbelnya mantep banget), trus kangkung kriuk ( kangkung kriuk ini kangkung digrg tepung ), sayur asem dan ayam panyawangan. Ayamnya pakai ayam kampung dan bumbu kremesan. Mantap.


Selesai makan, kita balik apartemen sambil nunggu rute yang lain, tidur2an dan nonton teve menemani si papi dan ayank. Hawanya dingin euy. Kloter ke dua nyampe jam 1 malem karena macetttt. Kasian euy, nyampe2 semua tidur..ha..ha.


Jam 7 pagi, terbangun oleh suara si mami yang menggelegar ( Guntur kale )..he..he. Riuh dhe suasananya, entah dah berapa lama si ayank ngga ngumpul2 rame begini sama keluarganya. Terakhir yang gua inget tahun 2005, kita semua ke Puncak, itu 2 tahun sebelum gua merit sama ayank. Itu berarti 5 tahun yang lalu..hah..haha..


Jam 10 selesai check out, sempet foto2 dulu di taman bawah. Terus lanjut ke RM. Ampera, again makanan yang gua suka, ayam bakar, gepuk ( gepuknya bener2 empuk), cumi bakar, ati ampla goreng..nyam..nyam..Maaf yah ngga difoto, kalo makan biasanya udah kelar baru inget foto ha..ha..Kenyang makan, yuk kita borong2. Tujuan pertama ke Jl. Bawean, disana terkenal dengan noughat roll ( kalo ngga salah inget ) dan pie ayam. Tujuan kedua ke Kartika Sari, gua membeli kue lapis dan banana roll buat keluarga, dan dilanjutkan ke Klapertart Den Haag.


Jalanan Bandung yang macet membuat hari makin sore, diputuskan kita mau istirahat dan dinner di Sierra Café. Tapi ngga ada yang tau jalanan persisnya dimana, petunjuk mengarahkan Dago Pakar. Setelah sempat nyasar dan bertanya sana sini sampai dhe di Sierra. Hmm..komen gua, asli nih café romantic banget. Tempatnya luas, dan karena berada di ketinggian, viewnya kea rah kota luar biasa indah, cuma sayangnya hari itu mendung kelabu. Cafenya ada yang indoor dan outdoor.


Tadinya kita pengen outdoor sambil menikmati pemandangan tapi karena hujan gerimis akhirnya di ruangan indoor saja. Lampu yang temaram menambah keasyikan café ini, dan oh yah menunya variatif sekali, mulai dr Japanese food sampai western, saya dan ayank memilih beef courdon blu, dan minuman hot capucino dan hot tea. Rasa makanannya oke, dan porsinya lumayan mengenyangkan, dan yang terpenting harganya ngga se-wah penampilan cafenya, amat sangat terjangkau. Selesai makan, gua sama si ayank berpose donk..hi..hi.

Jumat, 09 Juli 2010

Vacation Part IV

Selasa pagi, gua terbangun dengan rasa nyeri di gigi. Gua pikir mandi dan gosok gigi, biasanya langsung baek. Tapi ternyata engga, malah semakin siang semakin sakit. Gua sama ayank hr ini mau kencan berdua, kita ke mal TA. Sampai disana mesti ngurus no pin yang salah, sambil nunggu sambil nahan sakit dan gua minum ponstan, panadol, tapi semuanya ngga efek.

Jam makan siang, cuek sambil nahan sakit gua makan aja dengan gahar. Sakit harus dilawan sakit..ha..ha. Kita lunch la mien, one of my favorite noodle. Sayang krn sakit gigi gua kurang bisa menikmati. Udah kepikiran mau ke dokter gigi sih, cuma gua rada takut. Sore menjelang malam gua ke rumah nyokap, masak makanan nyokap, dan anehnya sakitnya ilang..ha..ha.
Besok paginya, gua ngerasa masih sedikit sakit dan perut gua kayanya memberontak. Mungkin emang karena belum sarapan, kok makin siang udah sarapan gua mual, muntah dhe..hiks..gua kesel banget dhe, dah di Jakarta mau seneng2 makan enak malah sakit??

Akhirnya sore karena gua demam, gua dianterin ayank sama adek gua ke dokter. Rebah diperiksa tekanan darah, trus dokternya bilang “ ambil darah yah langsung.” Hekksssss..ambil darah? Gua TAKUT. FYI, gua belum pernah ambil darah, beneran. Dulu waktu kecil masih SD sih pernah sekali, Cuma dengan umur gua yang sekarang, gua ngga kebayang sakitnya..hiks.

Dokternya terus bertanya “ demamnya mulai dari kapan?”. Gua jawab baru tadi siang. Dokternya sibuk mencatat2, dan kasih selembar kertas. Hore..dalam hati gua, gua tebus aja ini resep trus kabur ngga usah ambil darah..:) seakan bisa baca pikiran gua, dokternya bilang “ ini surat pengantar buat ambil darah, langsung ke atas yah nanti baru balik kesini.” Lemes dhe gua..intinya gua tetep mesti ambil darah kan???

Sampai di ruangan pengambilan darah, gua minta ayank temenin. Susternya menghampiri dan menyiapkan peralatan. Hiks..hiks..yank mesti ambil darah yah? Si ayank bilang iya ngga sakit kok, kaya digigit semut aja, udah jangan diliat, mainin hp aja. Waks ide yang bagus, lagian siapa juga yang mau liat prosesnya, bisa semaput gua. Pas susternya kasih aba-aba, tahan yah..gua pegang baju si ayank kenceng2..hua..ha..ha..dah kaya anak kecil aja gua, memalukan..ha..Gua merasakan tusukan di jari gua, then darah gua dikais2 beberapa kali ( kais2??? Emangnya apaan ). Selesai dhe..oalaaaa segitu doank toh, ngga sakit ternyata..( belagu mode on..tadi mah ketakutan..)

Hasilnya keluar ngga lama dan kita balik ke dokter, dokter bilang infeksi karena gigi, so gigi gua mesti direparasi. Dikasih resep dan segera gua tebus, gua merasa jauh lebih enakan. Mungkin karena takut diambil darah menyebabkan demam gua ilang? Bisa jadi.

Pulang ke rumah nyokap gua untuk makan malam, gua dinasehatin sm bokap. Mesti jaga badan jangan sampai sakit. Hiks..iya pa. Dari dulu emang bokap paling kuatiran kalo gua sakit. Pernah sekali di Medan gua sakit demam sampai 2 hari, bokap langsung menugaskan nyokap terbang kesini untuk menjaga gua. Cuma gua cegah, kesannya dramatis banget..ha..ha. Kadang gua kehilangan moment2 deket keluarga, apalagi kalau lagi sakit, berasa banget kehilangannya. But, we grow up right, apalagi sudah berkeluarga, ngga mungkin kita manja selalu kan sama ortu. Banyak hal yang mau gua ceritain soal orang tua, Cuma nanti yah untuk artikel tersendiri he..he..

Vacation Part III

Sehari setelah resepsi, gua sm si ayank rencana mau ajak papi sama mami mertua jalan-jalan seharian nih. Rute dimulai dari Pluit Village buat makan siang. Aha..di teo chew palace, kegemaran si ayank. Soalnya ada babi panggang..ha..ha..ha..empuk-empuk gt..krenyes..maknyuss..(dah kaya acara wisata kuliner aja )

Selesai makan di teo chew, jalan-jalan mengelilingi mal, perut gua rada ngga enak sih. Kayanya emang dari pagi udah masuk angin. Cuma gua sempet minum tolak angin, sampai akhirnya minum obat maag. Huh paling bête yang kaya gini nih, gua kan mau jalan2. Sempet ngopi di Dante juga sambil makan singkong goreng..nyam..nyam. Dah sakit maag minum kopi pula..:)

Ngobrol-ngobrol sama papi mertua, ada kalimat yang bagus banget. Ini ada hubungannya juga dengan yang si wanita dalam Vacation Part II. Papi cerita kalau pernah satu kali dia makan di Sunter sama adek ipar gua, ketemu sama tetangga lama yang dulu miskin banget, tapi ternyata sekarang udah sukses dan tanpa sepengetahuan si papi, dia bayarin semua bill makanan di meja papi. Yang bikin papi kagum (bukan karena dibayarin makannya ) tapi dia bayarin tanpa sepengetahuan papi. Sometimes kan ada orang yang sengaja nunjukin kan " eh gua udah bayarin yah makanan loe ". Tapi orang ini engga..:) Satu kalimat papi " di dunia ini banyak orang kaya, tapi berapa banyak orang kaya yang punya hati tulus sama sesama? tanpa memberi tahu bahwa dia itu tulus." Dalem yee..
Untuk hal itu, gua setuju. Banyak orang beramal di dunia ini, tapi berapa banyak yang tulus beramal? kaya contoh selebritis di tv, membagi makanan untuk anak jalanan tapi disyut teve? aha. . untuk dibilang berbudikah? amal yang baik itu seperti kata di Alkitab " Jika tangan kanan yang memberi, hendaknya tangan kirimu tidak mengetahui." Begitu juga jika kita ingin beramal, beramal dengan diam, tanpa menggembor-gemborkan kepada banyak orang. Yah kok jadi lari ke amal yah..ha..ha..

Lanjut, sorenya kita lanjut ke Emporium Pluit, gabung sm koko dan cici ipar. Makan lagi di food court, kali ini gua makannya bagi aja sama si ayank, soalnya masih kenyang. Menunya sekba..hua..ha..ha..daging terus, pelampiasan gt ceritanya.
Tak terasa hari cepat berlalu, kenapa yah kalo lagi jj cepet banget waktunya, kalo kerja rasanya lama banget..:)